Senin, 13 April 2009

Terakotta Aksesori

Pasti tau kan apa itu Terakotta? Terakotta yang kita kenal adalah replika pasukan Kaisar Qin, yang dibangun pada tahun 210-209 SM (http://id.wikipedia.org/wiki/Terakota). Terakotta sebenarnya merujuk pada kerajinan yang terbuat dari tanah liat. Ternyata kerajinan tanah liat itu sudah sangat familiar dalam kehidupan masyarakat Jogja. Selain yang dimaksud itu kerajinan terakotta berbentuk gerabah, pusatnya di Kasongan dan Pundong. Terakotta gerabah memang sesuatu yang sudah menjadi rahasia umum, tapi kalo terakotta dalam bentuk aksesoris pasti belum pernah mengetahuinya kan? setidaknya pada masa sekarang dimana aksesoris lebih banyak terbuat dari bahan kaca, tulang, cangkang kerang, dsb.
Hemm tau tidak bahwa proses pembuatan terakotta yang menggunakan unsur tanah dan api tersebut merupakan bentuk teknologi yang didasarkan pada keagamaan di masa lampau. So, kerajinan terakotta ini termasuk ke dalam kearifan lokal lho. Nenek moyang Indonesia awal yang dulu kan dikenal sebagai penganut dinamisme dan animisme, walau kehidupan mereka telah berlalu dan sekarang adalah masa modern dengan westernisasi yang memasuki setiap sendi kehidupan kita... mengenakan aksesoris hasil budaya nenek moyang bukanlah sesuatu yang memalukan. Malah menjadi nilai plus lho.... baju boleh mengglobal, aksesoris tetaplah etnik lokal^^v.



Hasil kerajinan tangan yang dilakukan oleh seorang ibu di daerah Condong Catur sejak berpuluh tahun itu akhirnya dihidupkan kembali. Masih terdapat beberapa sisa manik2 yang berusia hampir dua puluhan tahun itu dalam bentuk untaian kalung dan gelang (Lihat gambar)




Atas inisiatif generasi penerusnya alis sang anak, manik2 terakotta yang sulit ditemui di pasaran manapun saat ini pun berusaha diproduksi lagi. Bagi Anda yang berminat, silahkan hubungi Susari N (085643891661)


Referensi:
http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0101/31/dikbud/tekn09.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Terakota

Tidak ada komentar:

Posting Komentar