Selasa, 14 April 2009

Kaos Lukis...butuh kesabaran tinggi euy^^v

Di antara stand-stand yang ada di pameran distro & clothing beberapa waktu yang lalu. Stand kaos lukis benar-benar mencuri hatiku. Stand yang hanya dijaga satu orang, Zaenuri, itu tampak berbeda dengan produk2 kaos yang dijual bernuansa etnik.

Pemuda asli Kalibaru, Banyuwangi itu sedang asyik melukis sebuah kaos dengan gambar motor gede di sebuah papan lukis. Tampaknya sich mudah eh ternyata melukis di atas bahan kaos itu benar2 butuh kesabaran tinggi dibandingkan melukis di atas kanvas. Gimana tidak sulit? Bahas kaos yang menjadi media lukis itu dapat mudah bergeser dibandingkan kanvas... belum lagi ketebalan bahan kaos sehingga harus 'membumbui' cat berulang kali ke atas gambar agar warna gambar tampak jelas.
Mas Zaenuri lagi asyik melukis

Mas Zaenuri dan temannya yang memulai usaha sejak 2005 itu menargetkan pembuatan 2 pieces kaos per hari. Oleh karena itu, harga per kaos-nya tergolong mahal Rp 100.000, itu sesuai lho dengan tingkat kesulitan dan kaos yang hanya akan kita miliki sendiri di dunia ini. Kaos-kaos lukis handmade seperti itu kan tidak mungkin ada duplicate-nya, benar gak? ^^v

Oya juga ada sepatu lukis-nya lho, hargane sekitar Rp 80.000
Stand Kaos Lukis dot com di pameran JEC 3-5 April 2009
Silahkan kunjungi http://www.kaoslukis.com/ untuk mengetahui lebih lanjut tentang kaos lukis atau kunjungi showroom Kaos Lukis dot com di Jl. Selokan Mataram Seturan ato Jl. Monjali no.108b Jogjakarta, telp: 0274 6994533

Senin, 13 April 2009

Terakotta Aksesori

Pasti tau kan apa itu Terakotta? Terakotta yang kita kenal adalah replika pasukan Kaisar Qin, yang dibangun pada tahun 210-209 SM (http://id.wikipedia.org/wiki/Terakota). Terakotta sebenarnya merujuk pada kerajinan yang terbuat dari tanah liat. Ternyata kerajinan tanah liat itu sudah sangat familiar dalam kehidupan masyarakat Jogja. Selain yang dimaksud itu kerajinan terakotta berbentuk gerabah, pusatnya di Kasongan dan Pundong. Terakotta gerabah memang sesuatu yang sudah menjadi rahasia umum, tapi kalo terakotta dalam bentuk aksesoris pasti belum pernah mengetahuinya kan? setidaknya pada masa sekarang dimana aksesoris lebih banyak terbuat dari bahan kaca, tulang, cangkang kerang, dsb.
Hemm tau tidak bahwa proses pembuatan terakotta yang menggunakan unsur tanah dan api tersebut merupakan bentuk teknologi yang didasarkan pada keagamaan di masa lampau. So, kerajinan terakotta ini termasuk ke dalam kearifan lokal lho. Nenek moyang Indonesia awal yang dulu kan dikenal sebagai penganut dinamisme dan animisme, walau kehidupan mereka telah berlalu dan sekarang adalah masa modern dengan westernisasi yang memasuki setiap sendi kehidupan kita... mengenakan aksesoris hasil budaya nenek moyang bukanlah sesuatu yang memalukan. Malah menjadi nilai plus lho.... baju boleh mengglobal, aksesoris tetaplah etnik lokal^^v.



Hasil kerajinan tangan yang dilakukan oleh seorang ibu di daerah Condong Catur sejak berpuluh tahun itu akhirnya dihidupkan kembali. Masih terdapat beberapa sisa manik2 yang berusia hampir dua puluhan tahun itu dalam bentuk untaian kalung dan gelang (Lihat gambar)




Atas inisiatif generasi penerusnya alis sang anak, manik2 terakotta yang sulit ditemui di pasaran manapun saat ini pun berusaha diproduksi lagi. Bagi Anda yang berminat, silahkan hubungi Susari N (085643891661)


Referensi:
http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0101/31/dikbud/tekn09.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Terakota

Jumat, 03 April 2009

Baju Anak-Anak, Flanel_le

Anak-anak Indonesia memang belum memiliki tokoh idola anak hasil imajinasi putra bangsa. Tapi mereka sudah dapat memilik baju-baju lucu yang bagus untuk perkembangan imajinasi mereka hasil karya kreatif putra bangsa. Baju-baju lucu buatan dua orang gadis Jogja, Susari Nugraheni dan Roh Sufiati.

Dua gadis itu memutuskan untuk memproduksi baju-baju dengan gambar2 hiasan yang terbuat dari bahan flanel tahun 2008 lalu. Gambar-gambar lucu yang mereka dapat dari gambar2 lucu browsing di internet dan desain kreasi sendiri... jadilah baju-baju anak2 yang punya keunikan tersendiri.


Warna-warna ceria menjadi warna-warna imajinatif yang dapat mencerahkan kehidupan anak-anak. Sudah rahasia umum bahwa warna-warna ceria adalah warna-warna yang bagus untuk perkembangan psikologi anak-anak. So silahkan hubungi Sari (085643891661) apabila Anda berminat untuk membeli baju bagi anak, adik, keponakan, atau cucu Anda. Harganya Rp 35.000 per baju, tentu saja belum dengan ongkos kirim jika Anda tidak menetap di Jogja. Jika Anda menetap di Jogja, silahkan kunjungi stand Flanel_le di SunMor UGM.