Minggu, 10 Juli 2011

Imut dan Lucunya Kreativitas DNYONNYIN

Mbak Septi melayani customer. FKY 2010
Festival Kesenian Yogyakarta tahun 2011 ini memang menjadi ruang untuk memamerkan dan mengenalkan produk-produk kreatif Jogja. Kali ini saya menemukan keunikan dari hasil kreasi tangan mbak Septi Asri Finanda. Gadis kelahiran 1987 ini menjual kreativitasnya berupa sketsa wajah lucu dan unik yang dapat diaplikasikan tidak hanya dalam kertas dan kanvas tetapi juga mengaplikasikannya ke keramik, tas, baju, sarung bantal, kap lampu dan media lainnya. Unik dan khas. Saya berniat untuk menggunakan kreativitas mbak Septi ini untuk souvenir pernikahan saya nanti (amiin).
Ini dia Septi Asri Finanda
Sebenarnya saya telah bertemu dan mengenal kreativitas DNYONNYIN ini di FKY 2010. Ketika itu, saya dan teman-teman relawan Museum Anak Kolong Tangga Yogyakarta jalan-jalan di sekitar Vredeburg untuk menghabiskan waktu menunggu peserta workshop museum. Kami berenam pun menjajal kehebatan tangan mbak Septi dan jadilah gambar wajah-wajah kami yang lucu. Hanya dengan membayar Rp 5000,- per orang per gambar, gambar wajah kami pun diselesaikan seketika (sekarang Rp10.000,-). Ketika itu, media yang ditawarkan tidak sebanyak dan seberagam seperti DNYONNYIN di FKY 2011 ini.
Seperti apa karya-karya DNYONNYIN ini. Ini ada beberapa foto aktivitas stand DNYONNYIN di FKY 2010 dan 2011.


beragam sketsa wajah
DNYONNYIN FKY 2010
Ini komik DNYONNYIN FKY 2010


Ini sketsa wajah relawan Museum

kreasi di media baru DNYONNYIN FKY 2011

Suasana stand DNYONNYIN FKY 2011

Anda tertarik? Silahkan mengontak mbak Septi Asri Finanda
telepon    : +62 813 9207 5099
YM        : septiasrifinanda@yahoo.co.id
atau
Kunjungi website DNYONNYIN: www.dnyonnyin.com

Rabu, 01 Juni 2011

Aksesoris Eksotik Semoet Ketjil...Imut-Imut dan Etnik

Aha...akhirnya saya kembali menjelajah keunikan pengrajin Jogja^^, meski stan pengrajin aksesoris ini berada pada Wedding Expo di JEC tanggal 31 Mei 2011. Setidaknya stan Semoet Ketjil menjadi salah satu dari dua stan yang membuat saya betah berlama-lama di sana.

Stan Semoet Ketjil di Wedding Expo JEC Yogyakarta
Dari kejauhan, stan ini memang tampak unik di antara lainnya. Karya-karyanya pun berbeda dan unik. Khas etnik yang ditampilkan menjadi daya tarik saya tuk berkunjung ke stan tersebut. Aksesoris buatan mbak Kartika D. P ini ada yang terbuat dari tanah liat atau clay dengan bentuk-bentuk unik. Selain  itu, karya-karyanya juga terbuat dari batu, manik-manik kayu, logam dan lain-lain. Harga-hargany pun terjangkau untuk aksesoris yang memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri, mulai dari Rp 8.000,- sampe yang termahal Rp 60.000, - (untuk gelang unik dari batu-batuan)

Gelang Etnik.
Dok.pribadi Semoet Ketjil
Usaha yang telah dirintis sejak 8 April 2008 ini memiliki outlet di beberapa daerah, yakni; Jakarta, Jogja, Semarang,  Malang dan Batam. Nah, ingin membuktikan keunikan karya-karya Semoet Ketjil? Silahkan berkunjung ke:
TriOn's Gallery
Jl. Malioboro no, 35, 37 39
Yogyakarta

atau, silahkan mengontak langsung via telepon: 08787839000

Cincin unik dari kawat.
Dok. pribadi Semoet Ketjil
Atau, Anda ingin berinteraksi via jejaring sosial di internet untuk kepraktisan Anda? Silahkan bergabung dengan FB Semoet Ketjil: semoetketjil_djodja@yahoo.co.id

Sabtu, 30 April 2011

TOKO KOLONG TANGGA, Toko Maenan Tradisional

Nah, berikut ini adalah cerita tentang usaha yang berada di salah satu museum Jogja. Suatu usaha yang dibentuk oleh pengelola Museum Anak Kolong Tangga Yogyakarta untuk memberikan kemudahan bagi pengunjung yang ingin memiliki mainan tradisional setelah puas bernostalgia melihat koleksi mainan yang ada di Museum (bagi orang tua dan dewasa) dan anak-anak yang mendadak ingin sekali bermain permainan tradisional setelah berkunjung ke museum.

Ada banyak mainan tradisional yang dulu sangat digandrungi oleh anak-anak yang terlahir di tahun 1980-an, yakni: othok-othok, kitiran. Selain itu, dijual juga stiker mainan tradisional koleksi museum, bekel, majalah Kelereng (majalah produksi MAKT) dan lain-lain. Harga produk yang dijual di Toko Kolong Tangga berkisar Rp 1000-5000.

Nah, bagi pengrajin mainan tradisional dan semua pengusaha yang memproduksi benda-benda khas untuk anak-anak yang terbuat dari non-plastik dan ramah lingkungan dapat menitipkan produk-nya di Toko Kolong Tangga ini. Selain syarat, produk ramah lingkungan dan untuk segmen anak-anak, pihak pengelola Museum Anak Kolong Tangga mensyaratkan 25 % untuk museum jika ingin menitipkan produk buatannya. Cukup tinggi juga ya? tapi tak apa kan karena porsi 25 % itu akan disumbangkan untuk kegiatan dan aktivitas Yayasan Dunia Damai-Museum Anak Kolong Tangga Yogyakarta.

Silahkan menghubungi Fuji 0857 292 080 99 untuk info lebih lanjut

Museum Anak Kolong Tangga Yogyakarta
Lt.2 Concert Hall Taman Budaya
Jl. Sriwedani no.1

Kamis, 30 September 2010

Bros untuk Gaya Santaimu

Berhubung tadi malam, seorang teman dekat meminta saya untuk mengisi lagi blog ini secepatnya. Saya pun tergelitik untuk mengetik kembali, meski materi tentang pengrajin belum saya dapatkan dengan detail (saya hanya memperoleh kartu nama mereka). Maka, cerita tentang hasil karya terbaru saya yang akan saya ceritakan kali ini. Tentang apakah itu?

Sejak bulan Juni, saya telah mendesain dan membuat beberapa bros. Inspirasi bros ini saya peroleh dari model-model tas Tthnic Veva, produsen tas etnik yang menggunakan potongan  kain dan kain flanel sebagai penghias tas yang mereka buat. Cukup unik dan menarik. Dari hiasan tersebut, tercetuslah ide membuat bros. Bros yang sudah saya ingin ciptakan sejak dua tahun lalu. Bros yang menurut saya, bisa dipakai dan dipadukan dengan pakaian santai Anda.

Bros-bros yang terbuat dari flanel ini, saya desain juga berdasarkan pengamatan saya tentang gaya berbusana anak-anak muda saat ini. Gaya busana mereka saat ini, khususnya para gadis, bisa dibilang girly sekali. Saya pun mendesain bros yang memperkuat sisi feminim yang ingin dikeluarkan. Dan lihatlah hasil  desain bros saya ini.

Bros-bros tersebut adalah bros yang didesain untuk kegiatan santai. Anda harus dan kudu mengenakannya dengan jilbab atau kerudung polos. Desain bros untuk pesta beda lagi. Tapi bros pesta ini belum saya produksi, karena tenaga dan waktu yang belum terluangkan.

Mau tau berapa harga bros-bros karya saya ini? Saya menjualnya ke sesama teman Rp 10.000 untuk 3 bros, dan harga per biji saya patok Rp 5000. So, untuk dapat harga murah, silahkan menjadi teman saya terlebih dahulu^^v

Rabu, 02 September 2009

Kreasi Flanel yang Menggiurkan

Dua minggu yang lalu, tepatnya 15 Agustus 2009, aku bersama dua temanku mengunjungi Pameran Tekstil di JEC. Woowww..... it was very inspiring moment. JEC gedung C kala itu dipenuhi dengan orang-orang kreatif yang memajang hasil-hasil karya kreatifnya.

Satu stan yang sangat kusukai adalah stan milik mbak Ida. Perempuan Jogja ini memamerkan hasil kerajinan tangganya berupa tempat tissue, toples dan gantungan HP yang terbuat dari flanel.
Tempat tissue flanellaholic. Foto by Dewi Ratih W


Flanel-flanel berwarna-warni dirangkai dan dibentuk layaknya kue tart, buah-buahan dan makanan khas Jepang. Benar-benar seperti betulan, jadi ngiler melihatnya.

Harga kreativitas mbak Ida yang melakukan penjualan by order itu, berkisar antara Rp 30.000- Rp 40.000, 00 untuk tempat tissue, toples Rp 25.000, 00- Rp 30.000, 00 dan Rp 3000, oo- Rp 5000, 00 untuk gantungan HP.

Kue-kue coklat yang menggiurkan. Foto by Dewi Ratih W
Mbak Ida ini bekerjasama dengan temannya mbak Vey membentuk usaha yang mereka sebut dengan Flanellaholic di Perum Griya Arga Permai Jl. Kelud J-6, Jogjakarta. Silahkan mengunjungi blog mereka di http://dianidashop.multiply.com

Selasa, 14 April 2009

Kaos Lukis...butuh kesabaran tinggi euy^^v

Di antara stand-stand yang ada di pameran distro & clothing beberapa waktu yang lalu. Stand kaos lukis benar-benar mencuri hatiku. Stand yang hanya dijaga satu orang, Zaenuri, itu tampak berbeda dengan produk2 kaos yang dijual bernuansa etnik.

Pemuda asli Kalibaru, Banyuwangi itu sedang asyik melukis sebuah kaos dengan gambar motor gede di sebuah papan lukis. Tampaknya sich mudah eh ternyata melukis di atas bahan kaos itu benar2 butuh kesabaran tinggi dibandingkan melukis di atas kanvas. Gimana tidak sulit? Bahas kaos yang menjadi media lukis itu dapat mudah bergeser dibandingkan kanvas... belum lagi ketebalan bahan kaos sehingga harus 'membumbui' cat berulang kali ke atas gambar agar warna gambar tampak jelas.
Mas Zaenuri lagi asyik melukis

Mas Zaenuri dan temannya yang memulai usaha sejak 2005 itu menargetkan pembuatan 2 pieces kaos per hari. Oleh karena itu, harga per kaos-nya tergolong mahal Rp 100.000, itu sesuai lho dengan tingkat kesulitan dan kaos yang hanya akan kita miliki sendiri di dunia ini. Kaos-kaos lukis handmade seperti itu kan tidak mungkin ada duplicate-nya, benar gak? ^^v

Oya juga ada sepatu lukis-nya lho, hargane sekitar Rp 80.000
Stand Kaos Lukis dot com di pameran JEC 3-5 April 2009
Silahkan kunjungi http://www.kaoslukis.com/ untuk mengetahui lebih lanjut tentang kaos lukis atau kunjungi showroom Kaos Lukis dot com di Jl. Selokan Mataram Seturan ato Jl. Monjali no.108b Jogjakarta, telp: 0274 6994533

Senin, 13 April 2009

Terakotta Aksesori

Pasti tau kan apa itu Terakotta? Terakotta yang kita kenal adalah replika pasukan Kaisar Qin, yang dibangun pada tahun 210-209 SM (http://id.wikipedia.org/wiki/Terakota). Terakotta sebenarnya merujuk pada kerajinan yang terbuat dari tanah liat. Ternyata kerajinan tanah liat itu sudah sangat familiar dalam kehidupan masyarakat Jogja. Selain yang dimaksud itu kerajinan terakotta berbentuk gerabah, pusatnya di Kasongan dan Pundong. Terakotta gerabah memang sesuatu yang sudah menjadi rahasia umum, tapi kalo terakotta dalam bentuk aksesoris pasti belum pernah mengetahuinya kan? setidaknya pada masa sekarang dimana aksesoris lebih banyak terbuat dari bahan kaca, tulang, cangkang kerang, dsb.
Hemm tau tidak bahwa proses pembuatan terakotta yang menggunakan unsur tanah dan api tersebut merupakan bentuk teknologi yang didasarkan pada keagamaan di masa lampau. So, kerajinan terakotta ini termasuk ke dalam kearifan lokal lho. Nenek moyang Indonesia awal yang dulu kan dikenal sebagai penganut dinamisme dan animisme, walau kehidupan mereka telah berlalu dan sekarang adalah masa modern dengan westernisasi yang memasuki setiap sendi kehidupan kita... mengenakan aksesoris hasil budaya nenek moyang bukanlah sesuatu yang memalukan. Malah menjadi nilai plus lho.... baju boleh mengglobal, aksesoris tetaplah etnik lokal^^v.



Hasil kerajinan tangan yang dilakukan oleh seorang ibu di daerah Condong Catur sejak berpuluh tahun itu akhirnya dihidupkan kembali. Masih terdapat beberapa sisa manik2 yang berusia hampir dua puluhan tahun itu dalam bentuk untaian kalung dan gelang (Lihat gambar)




Atas inisiatif generasi penerusnya alis sang anak, manik2 terakotta yang sulit ditemui di pasaran manapun saat ini pun berusaha diproduksi lagi. Bagi Anda yang berminat, silahkan hubungi Susari N (085643891661)


Referensi:
http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0101/31/dikbud/tekn09.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Terakota